Strategi pemasaran mutlak diperlukan jika anda ingin membuat produk
usaha anda dikenal luas oleh masyarakat (dan pelanggan potensial).
Akan tetapi, strategi pemasaran UKM berbeda dengan strategi yang diterapkan oleh bisnis besar walaupun secara prinsip sama.
Jika bisnis besar memiliki sumber daya yang dibutuhkan plus anggaran
besar untuk melaksanakan berbagai strategi pemasaran, usaha kecil dan
menengah yang baru berjalan tidak memiliki modal anggaran pemasaran yang
terlalu besar.
Oleh sebab itu, pemilik bisnis kecil harus kreatif dan bisa
menggunakan anggaran yang sedikit untuk merancang strategi pemasaran
yang lebih sederhana namun efektif.
Dalam memutuskan bentuk strategi pemasaran UKM, anda harus mengubah
pola pikir keliru yang jamak dimiliki oleh pemilik bisnis baru: bukannya
bertanya-tanya soal berapa biaya yang dibutuhkan untuk tiap metode
pemasaran, anda harusnya bertanya soal metode mana yang paling tepat
untuk menjaring target pemasaran yang anda incar.
Misalnya, walaupun menyebarkan brosur termasuk metode pemasaran yang
murah, hal itu mungkin kurang efektif jika anda membuka usaha pembuatan
situs internet. Sebaliknya, jika anda membuka warung makan murah atau
binatu kecil-kecilan di komplek perumahan, brosur akan menjadi metode
yang lebih efektif.
Setelah anda menentukan target pemasaran dan metode yang tepat,
lakukan juga langkah-langkah berikut ini untuk menciptakan strategi
pemasaran UKM yang sukses:
1. Buatlah analisis target pemasaran dengan cara melakukan pengamatan
langsung terhadap kebiasaan dan perilaku mereka yang kira-kira bisa
menjadi faktor potensial bagi usaha anda.
Caranya tidak seseram kedengarannya; karena pelanggan bisnis kecil
biasanya mereka yang tinggal atau bekerja di area sekitar yang dekat,
anda bisa keluar dan melakukan pengamatan langsung, misalnya ke
klub-klub, komunitas dan tempat-tempat umum di sekitar area bisnis anda.
2. Tentukan metode pemasaran yang paling tepat berdasarkan kebiasaan
dan gaya komunikasi target pemasaran anda. Ini adalah kunci agar
strategi pemasaran UKM cepat mendatangkan hasil, karena anda tidak bisa
mengharapkan semua orang akan membutuhkan jasa atau produk anda.
Sebagai contoh, jika anda membuka usaha binatu kilat untuk mahasiswa
pemondok di lingkungan yang banyak rumah kosnya, anda bisa langsung
membuat brosur untuk disebarkan di lingkungan tersebut. Jika anda ingin
membuat usaha pembuatan blog atau situs, langsung promosikan jasa anda
secara daring (online).
3. Buatlah paling tidak dua macam strategi pemasaran untuk diterapkan,
bukan hanya satu. Misalnya, anda bisa membuat brosur dan blog sendiri,
atau memasang pengumuman di forum publik plus membuat akun jejaring
sosial khusus untuk keperluan promosi.
4. Buatlah masa evaluasi untuk melihat apakah strategi pemasaran yang
anda buat berhasil atau tidak. Jangan membuat waktu evaluasi terlalu
dekat, karena strategi pemasaran yang telah diterapkan membutuhkan waktu
cukup lama untuk mendatangkan hasil.
Sebagai contoh, anda bisa melakukan evaluasi hasil penerapan strategi
marketing yang pertama enam bulan setelah anda mendirikan bisnis.
Kemudian, anda bisa melakukan evaluasi tahunan untuk melihat apakah
metode tersebut pantas diteruskan atau tidak.
Akhirnya, jangan berharap anda akan mendapat keuntungan cepat-cepat;
semua proses penerapan strategi pemasaran UKM butuh waktu untuk
benar-benar berdampak, terutama karena banyak orang biasanya lebih sulit
untuk langsung mempercayai sebuah bisnis baru ketimbang nama tenar.
Jika anda sudah memilih strategi yang tepat dan menerapkannya sesuai
dengan kondisi dan model target pemasaran, anda hanya harus bersabar
untuk melihat hasilnya kelak.